Renungan " A BIG BANG " ini mengambil perikop dari Injil Lukas 19: 1-6, yaitu yang diberi judul " Zakheus "
Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli ilmu pengetahuan mengenai terjadinya atau lahirnya " ALAM SEMESTA ". Salah satunya ialah Teori " Big Bang " dimana menurut teori ini di alam terjadi sebuah "Ledakan Hebat" yang menimbulkan awan panas dan setelah mendingin terjadilah matahari, planit-planit dan semua benda-benda langit yang membentuk alam semesta.
Yang mau saya garis bawahi ialah bahwa telah terjadi " A Big Bang " yang merubah suatu keadaan tertentu kepada keadaan yang sama sekali berbeda 180 derajat atau menjadi keadaan yang sebaliknya dari keadaan semula. Seperti terjadi dalam diri Zakheus dimana setelah mendengar Yesus berkata dalam ayat 5: " Zakheus segeralah turun, sebab hari ini Aku akan menumpang dirumahmu ". Maka terjadilah " A Big Bang " dalam diri Zakheus. Zakheus yang tadinya mungkin kejam dalam menagih cukai dan mungkin suka korupsi dengan me-mark-up cukai yang dipungut, langsung mengatakan dalam ayat 8: " Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat ". Coba bayangkan seorang Zakheus dapat langsung berubah 180 derajat setelah mendengar firman Tuhan sebagai " A Big Bang " dalam hidupnya.
Dalam Alkitab, banyak sekali firman yang menjadi " big bang " yang dialamatkan baik kepada yang non-personal seperti alam semesta maupun kepada yang personal seperti manusia. Sebagai contoh dapat dibaca dalam Kitab Kejadian 1 ayat 3: " Berfirmanlah Allah: Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Demikian pula dalam Kitab Kejadian 1 ayat-ayat yang lain dimana Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Dengan demikian teori " A BIG BANG " merupakan pembenaran dari kuasa firman Allah.
Selain kepada Zakheus " a big bang " juga terjadi kepada murid-murid Yesus yang pertama yaitu Simon Petrus dan Andreas yang sedang menebarkan jalanya didanau Galilea. Dalam Kitab Injil Matius 4:19, " Yesus berkata: Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia ". Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikut Dia. Coba bayangkan bagaimana Simon Petrus dan Andreas yang " fisherman by birth " dapat meninggalkan pekerjaan mereka segera setelah mendapat " a big bang ". Memang sungguh diluar nalar manusia untuk mengerti, namun harus diimani. Sudahkah atau pernakah dalam kehidupan saudara mengalami " a big bang "?......Coba pikir-pikir mungkin pernah mengalami.
Kalau saya pernah. Paling tidak seingat saya, pernah 2 kali saya mengalami " a big bang ".
Yang pertama terjadi kurang lebih 20 tahun yang lalu ketika saya, setelah menjadi pecandu rokok selama 30 tahun, secara mendadak dan langsung berhenti merokok setelah mengalami "big bang" dalam kehidupan saya. Begini ceritanya: Saya mulai menjadi perokok setelah menjadi mahasiswa 50 tahun yang lalu. Pada waktu dibangku sekolah menengah atas saya belum berani merokok secara terang-terangan, tetapi begitu menginjak bangku kuliah maka saya merasa sudah cukup dewasa sehingga berani merokok dihadapan orang tua dan orang tua saya, yang perokok kretek minak jinggo, tidak menegur saya bahkan seolah-olah memperbolehkan saya merokok karena sudah menjadi mahasiswa. Kecnduan merokok ini terbawa terus hingga ketika saya sudah bekerja dan sudah berumahtangga. Makin lama makin menjadi perokok kelas berat. Pada 20 tahun yang lalu dalam sehari saya dapat menghabiskan 2 bungkus rokok kretek Gudang Garam merah plus 1 bungkus rokok putih Dunhill merah, jadi 40 batang rokok. Apalagi kalau urusan dikantor lagi ruwet atau banyak rapat-rapat maka konsumsi bisa menjadi 60 batang. Selain merokok saya juga sekali sekali menghisap cerutu Bali Legong dan menghisap pipa dengan tembakau Burkom Rief. Pada suatu malam, sekitar jam, 20 tahun yang lalu, setelah makan malam turun hujan yang cukup lebat. Hawa udara cukup dingin dan habis makan malam maka yang paling nikmat ialah mengambil sebatang Gudang Garam merah dan menyulutnya dengan geretan Zippo lalu menghisapnya dalam-dalam. Aduh nikmatnya. Namun kenikmatan yang diharapkan tidak tergapai karena setelah dicari kesana kemari ternyata tidak sebatang rokokpun yang ketemu alias habis ludes gak ada sebatang-batang acan, kata orang betawi. Segera saya mengambil payung, membuka pintu depan dan bersiap untuk menerjang hujan yang cukup lebat itu untuk pergi membeli sebungkus rokok Gudang Garam merah diwarung didepan gang rumah saya kira-kira 150 meter jaraknya. Tiba-tiba ada suara halus yang merasuk kedalam benak saya dan mengatakan: " Masak malam-malam begini ditengah hujan yang deras engkau mau diperbudak oleh sebatang rokok yang akan merusak baitKu "?. Bagaikan kilat " a big bang " suara itu menyambar kesadaran saya. Suara yang merupakan firman Allah Rohkudus. Saya tertegun sebentar lalu dengan perlahan menutup kembali payung yang telah terbuka sambil berkata dalam hati: " Saya berjanji yah Allah Rohkudus, mulai saat ini saya akan berhenti merokok" Dan sejak malam itu sampai hari ini saya tidak merokok lagi. Langsung berhenti merokok dari yang sebelumnya menghabiskan 60 batang rokok sehari. Siapa bilang berhenti merokok itu sukar sekali? Semoga " big bang " yang saya alami dapat memberikan inspirasi bagi saudara-saudara yang masih merokok untuk berhenti merokok. Amin......
" Big Bang " kedua yang menerpa pikiran saya terjadi 3 bulan yang lalu dalam Rapat Pengurus Harian Perkumpulan Dorkas.
Sebagaimana diketahui Pengurus Harian Perkumpulan Dorkas secara rutin mengadakan rapat bulanan pada setiap hari Rabu minggu ketiga bulan berjalan. Dalam rapat tanggal 23 Februari 2011 seperti biasa dilaporkan oleh kepala Panti Asuhan Dorkas mengenai kehidupan anak-anak panti baik yang menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi (sandang-pangan) maupun mengenai perkembangan prilaku dan pendidikan anak-anak. Dalam rapat ini dilaporkan oleh kepala Panti bahwa pada tahun pelajaran 2010/2011 Panti Asuhan Dorkas akan meluluskan 2 orang siswi yaitu: Sdri. Aprilia, SMK Akuntansi dan Sdri. Ariesta, SMK Farmasi. Juga dibicarakan dalam rapat itu mengenai rencana pembentukan Panitia HUT ke-123 Perkumpulan Dorkas. Mendapat laporan akan lulus 2 anak Panti dan HUT ke 123 Perkumpulan Dorkas, secara tiba-tiba benak saya tersentak " a big bang ". Masak Perkumpulan Dorkas yang telah berumur 123 tahun, setiap tahunnya hanya dapat meluluskan 2 orang siswi? Dan ketika saya periksa dalam laporan tahun-tahun sebelumnya memang benar adanya. Tahun Pelajaran 2009/2010 lulus 2 orang siswi, tahun 2008/2009 lulus 1 orang siswi, tahun 2007/2008 lulus 3 orang siswi. Jadi rata-rata setiap tahun Panti Asuhan Dorkas hanya meluluskan 2 orang siswi saja. Dan mungkin(?) selama 123 tahun hanya meluluskan 100 anak panti untuk diserahkan kepada masyarakat bisnis untuk ikut serta membangun bangsa dan negara Indonesia. Sungguh terasa terlalu sedikit bukan? Maka dari itu setelah mengalami " big bang ", sepertinya membangunkan saya dari tidur(setelah selama 9 tahun jadi pengurus Perkumpulan Dorkas) untuk berbuat sesuatu. Karena " big bang " selalu menghantui pikiran saya maka pada malam itu juga saya berdoa dengan kusyuk kepada Tuhan, seperti doa syafaat Abraham untuk Sodom: " Ampunilah hambaMU yah Tuhan atas kelalaian yang telah kuperbuat selama menjadi Pengurus dan sekiranya kami dapat meluluskan 10 orang anak, maukah Engkau memperpanjang (umur) pelayanan kami 1 periode lagi di kepengurusan Dorkas untuk mewujudkan mimpi kami? ". Seperti janji Allah kepada Abraham, saya jakin dan percaya Tuhan akan mengabulkan permohonan kami. Apakah " Mimpi Kami " itu?
Mimpi kami adalah jawaban dari teguran " big bang " diatas: "Masak Perkumpulan Dorkas yang telah berumur 123 tahun, setiap tahunnya hanya dapat meluluskan 2 orang siswi?". Maka kami bermimpi untuk dapat meluluskan 10 anak-anak panti setiap tahun pada 5 tahun mendatang. Inilah mimpi kami. Inilah mimpi Pengurus Perkumpulan Dorkas. Dengan mimpi ini sebagai " our common goal " mulailah kita berhitung secara global..........
Pada saat ini diatas tanah Jl. Wahid Hasyim No.25 Jakarta Pusat seluas 2400 M2, terdapat bangunan seluas 1000 M2 sebagai tempat tinggal dari 53 orang anak asuh dan 14 orang karyawan panti termasuk 5 orang pengasuh. Bilamana kami ingin menggapai mimpi kami maka jumlah anak asuh harus sekitar 250 orang yang akan diasuh dengan tidak kurang dari 40 orang karyawan panti. Luas bangunan mungkin tidak harus 5 kali 1000 M2 namun paling tidak sekitar 4000 M2. Jadi sebuah bangunan 4 lantai yang setiap lantainya seluas 1000 M2. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi ini? Untuk bangunan dengan assumsi Rp. 5 juta/M2 maka jumlahnya adalah Rp. 20 Milliard ditambah perlengkapan fasilitas untuk anak-anak asuh sekitar Rp. 5 milliard. Maka " our common duty " untuk menggapai " our common goal " adalah Rp. 25 milliard dalam 5 tahun. Bagaimana kita menggapainya? Tentu dengan " ORA ET LABORA ". Tiada yang mustahil bagi Tuhan............to be cintinued.




